Strategi Komunikasi Perantau Etnis Minang di Kabupaten Tegal

Oka Imanidar, S. Bekti Istiyanto

Abstract


Sejak dahulu, etnis Minang sudah terkenal dengan kebiasaannya yang merantau. Mereka merantau ke berbagai daerah, salah satunya ke Kabupaten Tegal untuk mengubah nasib dengan cara berdagang. Etnis Minang juga terkenal sebagai suku yang mudah bergaul dan memiliki sikap pantang menyerah. Modal inilah yang dijadikan etnis Minang untuk dapat bertahan hidup di daerah perantauan. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana komunikasi yang dilakukan etnis Minang di Kabupaten Tegal, karena bahasa dan budaya Kabupaten Tegal jauh berbeda dengan daerah Minang. Kabupaten Tegal menggunakan bahasa Tegalan, sedangkan etnis Minang memiliki bahasa tersendiri yaitu bahasa Minang. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini digunakan untuk meneliti kondisi objek alamiah, di mana peneliti sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi. Dari metode ini kemudian peneliti melakukan observasi, wawancara alamiah dengan informan serta mengumpulkan dokumentasi yang kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Slawi salah satu kecamatan yang terdapat di Kabupaten Tegal. Informan yang dipilih peneliti adalah seorang warga Minang sudah merantau di Kabupaten Tegal minimal selama 10 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan etnis Minang dalam melakukan komunikasi lebih sering menggunakan bahasa Indonesia. Hal ini bertujuan supaya tidak terjadi kesalahpahaman saat berinteraksi. Etnis Minang juga dikenal dengan etnis yang mudah beradaptasi serta menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Full Text:

PDF

References


Ariyani, N. I. (2013). Strategi Adaptasi Orang Minang Terhadap Bahasa, Makanan dan Norma Masyarakat Jawa. Komunitas: International Journal of Indonesian Society and Culture, 5(1).

Chaer, A. (1994). Linguistik Umum. Rineka Cipta.

Heryadi, H., & Silvana, H. (2013). Komunikasi Antarbudaya dalam Masyarakat Multikultural. Studi Tentang Adaptasi Masyarakat Migran Sunda dari Desa Imigrasi Permu Kecamatan Kepahiang Prov. Bengkulu. Jurnal Kajian Komunikasi, 1(1).

Indrayani, H., & Sunarto. (2019). Fandom: Strategi Komunikasi Pemasaran 3.0 untuk Melanggengkan Fantasi Nasionalisme Melalui Olahraga. Bricolage: Jurnal Magister Ilmu Komunikasi, 5(1), 015–029.

Kato, T. (2005). Adat Minangkabau & Merantau (B. Pustaka (ed.). eraf, G. (1984). Linguistik bandingan historis. Gramedia.

Koentjaningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.

Malik, R. (2016). Ikatan Kekerabatan Etnis Minangkabau dalam Melestarikan Nilai Budaya Minangkabau di Perantauan Sebagai Wujud Warga NKRI. Jurnal Analisa Sosiologi, 5(2), 17–27.

Manz, S. (2003). Culture Shock – Causes Consequences and Solutions: The International Experience. GRIN Publishing.

Moleong, L. J. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Karya.

Muchtar, R. (2015). Praktek komunikasi antar budaya para perantau Minangkabau di Jakarta. Jurnal Penelitian Pers Dan Komunikasi Pembangunan, 18(3), 251–259.

Mulyana, D., & Rakhmat, J. (2006). Komunikasi Antar Budaya Panduan Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. PT. Remaja Rosdakarya.

Navis, A. A. (1984). Alam terkembang jadi guru: Adat dan kebudayaan Minangkabau. Grafiti Pers.

Purwasito, A. (2015). Komunikasi Multikultural. Universitas Muhammadiyah.

Riady, M. G. (2004). Adaptasi Masyarakat Transmigran dan Beberapa Faktor yang Mempengaruhinya (Studi Kasus di Daerah Pemukiman Transmigran Kota Bangun Provinsi Kalimantan Timur). Etnovisi, Jurnal Antropologi Sosial Budaya, 1(2), 20–30.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. PT. Alfabet.

Sunarto, K. (2004). Pengantar Sosiologi Edisi Revisi. FE-UI.

Suseno, F. (2003). Etika Jawa: Sebuah Analisa Falsafati tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa. PT. Gramedia.

Yusriwal. (2005). Kieh Pasambahan Manjapuik Marapulai di Minangkabau: Kajian Estetika dan Semiotika. Pusat Pengkajian Islam Minangkabau (PPIM) Sumatera Barat.

Zulaeha, I. (2010). Dialektologi Dialek Geografi & Dialek Sosial. Graha Ilmu.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2023 PAX HUMANA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

ISSN Cetak : 2337-3512 || ISSN Online : 2548-3021

Tim OJS Pax Humana 2016


Google Scholar


Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

Lisensi Creative Commons